8 Jenis Kecerdasan Berganda dan Prinsipnya

Multi intelijen menyatakan bahwa kecerdasan adalah potensi biologis asli dari kemampuan khusus manusia. Potensi ini bervariasi dengan pengalaman, budaya, dan motif untuk memahami berbagai cara.

Menurut studi psikologis, manusia memiliki operasi intelijen bawaan untuk melakukan pra-orientasi spesifik tertentu. Beberapa anak-anak, remaja, sangat sensitif terhadap suara atau pasang kata atau angka.

Dalam beberapa stimulasi, beberapa memiliki waktu respons yang lebih cepat, dan waktu reaksi untuk rangsangan ini sangat cerah dan ceria. Biasanya individu memiliki potensi kuat di beberapa area.

Pendidik harus memahami siswa (kekuatan, bidang kekuatan, kelemahan, area rentan, dll) serta kemampuan beradaptasi, dan untuk mendidik siswa atas dasar ini.

Gardner percaya bahwa kecerdasan seseorang pasti akan membawa satu set keterampilan pemecahan masalah, yang memungkinkan individu untuk memecahkan masalah atau kesulitannya sendiri. Untuk mengatasi masalah yang berbeda ada kebutuhan untuk memiliki fokus yang berbeda pada kecerdasan yang berbeda, sehingga kecerdasan seseorang beragam. Cerdas berbeda, setiap orang memiliki potensi untuk dapat berkembang di berbagai bidang, dengan kata lain, kita harus memilih jalur pengembangan yang cocok untuk seseorang.

Gardner percaya bahwa kecerdasan adalah cita-cita pribadi dan produk dari interaksi antara kebutuhan sosial. Setiap individu dapat mengembangkan kapasitas mereka sendiri, tetapi jika kemampuan pengembangan ini dengan dunia terputus, maka kemampuan ini sama sekali tidak akan dikembangkan.

Theory of Multiple Intelligences percaya bahwa setiap orang memiliki relatif independen dari delapan jenis kecerdasan, mereka berbeda dalam setiap orang dan pada berbagai tingkatan.

Delapan jenis kecerdasan dalam Multiple Intelligences:

Multiple Intelligences dibagi menjadi delapan jenis: bahasa intelijen, matematika, logika, kecerdasan, kecerdasan visual-spasial, kecerdasan kinestetik-tubuh, kecerdasan melodi musik, kecerdasan interpersonal dan kecerdasan pengenalan diri.

1) Kecerdasan Bahasa (kecerdasan verbal / linguistik)

Mengacu pada penggunaan yang efektif dari bahasa lisan atau kemampuan bahasa tertulis. Siswa-siswa ini cenderung baik dalam tata bahasa, fonologi, bahasa, dikombinasikan dengan pembelajaran praktis dan kemampuan untuk menggunakannya dengan lancar. Siswa cerdas bahasa yang kuat seperti bermain dengan kata-kata, menikmati membaca, diskusi dan menulis. Mereka menggunakan bahasa dan kata-kata untuk berpikir sambil belajar. Mereka belajar paling baik melalui berdebat, menulis, membaca, meneliti, berbicara, membaca, dan permainan kata.

2) Logika Matematika Cerdas (kecerdasan Logis / Matematis)

Mengacu pada penggunaan angka dan kemampuan penalaran yang efisien. Siswa-siswa ini baik dalam logika dan hubungan, pernyataan dan pendukung, fungsi dan kepekaan abstraksi terkait lainnya. Mereka sangat suka di sekolah matematika atau kurikulum kelas sains; ingin mengajukan pertanyaan dan melakukan eksperimen untuk menemukan jawabannya (jika saya setiap hari bonsai saya dua kali menuangkan air ke atas apa yang akan terjadi?); Suka menemukan hal-hal dengan aturan dan logika urutan. Mereka juga menyukai volume, klasifikasi, dan analisis hal-hal. Tipe anak ini mengandalkan penalaran atau eksplorasi ketika belajar. Mereka belajar terbaik melalui komputasi, menghitung, grafik, membandingkan dan mengklasifikasikan.

3) Kecerdasan spasial (Visual / Spatial intelligence)

Mengacu pada pengertian ruang visual yang tepat, dan kemampuan yang ditunjukkan. Siswa-siswa ini baik dengan warna, garis, bentuk, bentuk, ruang dan peka terhadap hubungan di antara mereka, mereka juga memiliki kemampuan untuk cepat menemukan arahnya. Wizard, berburu, suka bermain teka-teki, permainan visual seperti Maze dan suka membayangkan. Mereka berpikir dalam gambar dan diagram. Mereka belajar paling baik melalui lukisan, menggambar, menonton film, mengilustrasikan, memetakan dan memvisualisasikan.

4) Gerakan Gerakan Tubuh Pintar (Kecerdasan Tubuh / Kinestetik)

Mereka pandai menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan. Si pintar ini memiliki keterampilan fisik khusus, seperti keseimbangan, koordinasi, kelincahan, kekuatan, fleksibilitas dan kecepatan, serta kemampuan taktil. Kesulitan jenis ini adalah duduk diam; mereka suka membantu membangun barang-barang, seperti menjahit, menyusun tenun, mengukir, atau kayu, atau melompati, menyentuh benda-benda di lingkungan. Mereka suka kegiatan di luar ruangan, dan orang-orang berbicara tentang kata-kata, gerak tubuh atau bahasa tubuh yang umum digunakan, seperti serunya kegiatan rekreasi dan secara teratur terlibat dalam olahraga. Kelas anak-anak ini belajar melalui sensasi jasmani. Mereka belajar dengan sangat baik melalui pengalaman langsung, drama, tarian, permainan peran, dan pertunjukan.

5) Musik Cerdas (Musik / Kecerdasan Berirama)

Mengacu pada deteksi, identifikasi, perubahan, dan kemampuan untuk mengekspresikan musik. Ini pintar termasuk rhythm, pitch, melodi atau sensitivitas suara. Mereka biasanya memiliki suara nyanyi yang bagus, nada dapat dengan mudah mengidentifikasi apakah ritme yang tepat. Mereka sangat sensitif, dan sering mampu bekerja dan mendengarkan (atau menyanyi) musik, mereka akan memainkan alat musik dan mungkin dapat mengingat lagu baru dengan mudah. Jenis anak-anak ini berpikir melalui irama melodi dalam pelajaran mereka. Mereka belajar paling baik melalui menulis, menyanyi, dan menyusun lirik lagu, improvisasi dan menulis jingle.

6) Interpersonal intelligence (Inter-personal intelligence)

Mereka sadar dan mampu membedakan antara emosi, niat, motivasi, dan kemampuan indera orang lain. Ini termasuk ekspresi wajah, suara dan kepekaan gerakan, untuk mengidentifikasi hubungan yang berbeda dengan orang-orang dari allusions dan kemampuan untuk menyarankan tanggapan yang tepat.

Kecerdasan interpersonal yang kuat biasanya lebih memilih organisasi yang berpartisipasi pada sifat olahraga atau permainan seperti bola basket, jembatan; sementara yang lain mungkin tidak menyukai sifat pribadi olahraga dan permainan, seperti berlari, bermain video game. Ketika mereka menghadapi masalah, mereka lebih bersedia meminta orang lain untuk membantu; suka mengajar orang bagaimana melakukan sesuatu. Mereka merasa sangat nyaman di tengah keramaian, biasanya para pemimpin kelompok. Anak-anak dalam kategori ini bergantung pada umpan balik ketika belajar dan bekerja. Mereka belajar paling baik melalui negosiasi, kerja kelompok, aktivitas tim, berdebat, berbagi, dan bermain peran.

7) Intrapersonal (Intra-personal intelligence)

Mengacu pada pengetahuan diri, dan membuat kapasitas yang sesuai untuk bertindak sesuai. Siswa-siswa ini biasanya sadar akan emosi, niat, motivasi, temperamen, dan keinginan batin mereka, serta kemampuan untuk mendisiplinkan diri sendiri dan menghargai diri sendiri. Kesadaran diri yang cerdas dan kuat biasanya mampu mempertahankan catatan harian atau kebiasaan tidur pemeriksaan diri: memahami kekuatan dan kelemahan mereka; sering mundur untuk merencanakan tujuan hidup mereka sendiri. Anak-anak dalam kategori ini belajar terbaik melalui refleksi diri yang mendalam, menulis jurnal, penelitian, dan latihan dan kegiatan yang serba cepat. Bagi mereka, lingkungan belajar yang ideal mungkin bagi mereka sendiri.

8) Kecerdasan naturalis (kecerdasan Naturalis)

Mereka pandai mengamati alam, mengidentifikasi kapasitas fenomena alam, tetapi juga mampu saling berhubungan dan menilai. Mereka belajar paling baik melalui observasi, membandingkan, mengelompokkan, menemukan dan memberi pengalaman.